Bagian 12



أَيُّهَا الْوَلَدُ..!! { وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ } أَمْرٌ؛

Wahai anakku !. Firman Allah Ta’ala; “dari sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud”, adalah perintah.


{ وَبِالْأَسْحَارِهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ } شُكْرٌ؛

Dan; “dan pada akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)”, adalah syukur.


[ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْأَسْحَارِ] ذِكْرٌ.

Sedanngkan; “dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar”, adalah dzikir.


قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: " ثَلَاثَةُ أَصْوَاتٍ يُحِبُّهَا اللهُ تَعَالَى: صَوْتُ الدِّيْكِ، وَصُوْتُ الَّذِيْ يُقْرِأُ الْقُرْآنَ، وَصَوْتُ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْأَسْحَارِ".

Nabi ‘alaihishshalatu wassalam bersabda; “Ada tiga suara yang disukai Allah Ta’ala; Suara ayam jago, suara  orang yang membaca al Qur’an dan suara orang-orang yang membaca istighfar di waktu sahur”.


قَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِي رَحِمَهُ اللهُ: إِنَّ للهَ تَعَالَى رِيْحًا تَهُبُّ بِالْأَسْحَارِ تَحْمِلُ الْأَذْكَارَ وَالْاِسْتِغْفَارَ اِلَى الْمُلْكِ الْجَبَّارِ.

Sufyan ats Tsauri rahimahullah berkata; “Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan angin yang bertiup di waktu sahur yang membawa dzikir dan istighfar kepada Allah yang Merajai lagi Maha Pemaksa”.


وَقَالَ أَيْضًا: إِذَا كَانَ أَوَّلُ اللَّيْلِ يُنَادِي مُنَادٍ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ: أَلَا لِيَقُمْ الْعَابِدُوْنَ، فَيَقُوُمُوْنَ وَيُصَلُّوْنَ مَا شَاءَ اللهُ؛

Sufyan ats Tsauri rahimahullah juga berkata; “Jika permulaan malam telah tiba, maka sang penyeru akan berseru dari bawah Arsy; “Hendaknya bangunlah orang-orang yang ahli ‘ibadah”. Mereka pun bangun dan mengerjakan shalat sesuai kehendak Allah”


ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ فِي شَطْرِ اللَّيْلِ: أَلَا لِيَقُمْ الْقَانِتُوْنَ، فَيَقُوْمُوْنَ وَيُصَلُّوْنَ اِلَى السَّحَرِ؛

Kemudian sang penyeru berseru pada pertengahan malam; “Hendaknya bangunlah orang-arang yang ta’at”. Lalu mereka bangun dan mengerjakan shalat hingga waktu sahur.


فَإِذَا كَانَ السَّحَرُ يُنَادِي مُنَادٍ: أَلَا لِيَقُمْ الْمُسْتَغْفِرِوْنَ، فَيَقُوْمُوْنَ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ؛

Ketika waktu sahur telah tiba, sang penyeru berseru; “Hendaknya bangunlah orang-orang yang beristighfar”. Lalu mereka bangun dan beristighfar.


فَإِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ يُنَادِي مُنَادٍ: أَلَا لِيَقُمِ الْغَافِلُوْنَ، فَيَقُوْمُوْنَ مِنْ فُرُوْشِهِمْ كَالْمَوْتَى نُشِرُوْا مِنْ قُبُوْرِهِمْ.

Dan ketika fajar telah terbit, sang penyeru berseru; “Hendaknya bangunlah orang-orang yang lupa”. Merekapun bangun dari tempat tidur mereka seperti orang mati yang dibangkitkan dari kuburnya.