أَيُهَا الْوَلَدُ..!! خُلُاصَةُ الْعِلْمِ: أَنْ تَعْلَمَ أَنَّ الطَّاعَةَ وَالْعِبَادَةَ مَا هِيَ؟
Wahai anakku !. Inti dari pengetahuan ialah; Kamu mengetahui ma’na tha’at dan ‘ibadah. Apa ma’na tha’at dan ‘ibadah itu?
اِعْلَمْ أَنَّ الطَّاعَةَ وَالْعِبَادَةَ مُتَابَعَةُ الشَّارِعِ فِي الْأَوَامِرِ وَالنَّوَاهِي بِالْقَوْلِ وَالْفِعْلِ، يَعْنِي: كُلُّ مَا تَقُوْلُ وَتَفْعَلُ، وَتَتْرُكُ يَكُوْنُ بِإقْتِدَاءِ الشَّرْعِ، كَمَا لَوْ صُمْتَ يَوْمَ الْعِيْدِ وَأّيَّامَ التَّشْرِيْقِ تَكُوْنُ عَاصِيًا، أَوْ صَلَّيْتَ فِي ثَوْبٍ مَغْصُوْبٍ ـ وَإِنْ كَانَتْ صُوْرَةَ عِبَادَةٍ ـ تَأْثَمُ.
Ketahuilah, bahwa tha’at dan ‘ibadah adalah mengikuti syari; (pemilik syari’at), dalam segala perintah-perintahnya dan meninggalkan segala larangan-larangannya baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Maksudnya apapun yang kamu ucapkan, yang kamu lakukan dan yang kamu tinggalkan, semuanya karena mengikuti aturan syari’at. Seperti apabila kamu berpuasa di hari raya atau hari-hari tasyriq, maka kamu termasuk orang yang durhaka. Atau misalnya kamu shalat dengan pakaian yang di ghasab, walaupu bentuknya ‘ibadah, kamu tetap berdosa.
اِعْلَمْ أَنَّ الطَّاعَةَ وَالْعِبَادَةَ مُتَابَعَةُ الشَّارِعِ فِي الْأَوَامِرِ وَالنَّوَاهِي بِالْقَوْلِ وَالْفِعْلِ، يَعْنِي: كُلُّ مَا تَقُوْلُ وَتَفْعَلُ، وَتَتْرُكُ يَكُوْنُ بِإقْتِدَاءِ الشَّرْعِ، كَمَا لَوْ صُمْتَ يَوْمَ الْعِيْدِ وَأّيَّامَ التَّشْرِيْقِ تَكُوْنُ عَاصِيًا، أَوْ صَلَّيْتَ فِي ثَوْبٍ مَغْصُوْبٍ ـ وَإِنْ كَانَتْ صُوْرَةَ عِبَادَةٍ ـ تَأْثَمُ.
Ketahuilah, bahwa tha’at dan ‘ibadah adalah mengikuti syari; (pemilik syari’at), dalam segala perintah-perintahnya dan meninggalkan segala larangan-larangannya baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Maksudnya apapun yang kamu ucapkan, yang kamu lakukan dan yang kamu tinggalkan, semuanya karena mengikuti aturan syari’at. Seperti apabila kamu berpuasa di hari raya atau hari-hari tasyriq, maka kamu termasuk orang yang durhaka. Atau misalnya kamu shalat dengan pakaian yang di ghasab, walaupu bentuknya ‘ibadah, kamu tetap berdosa.
