Bagian 6



أَيُّهَا الْوَلَدُ..!! كَمْ مِنْ لَيَالٍ أَحْيَيْتَهَا بِتَكْرَارِ الْعِلْمِ وَمُطَالَعَةِ الْكُتُبِ، وَحَرَّمْتَ عَلَى نَفْسِكَ النَّوْمَ؛ لَا أَعْلَمُ مَا كَانَ الْبَاعِثُ فِيْهِ؟

Wahai anakku !. Berapa banyak malam yang kamu gunakan untuk mengulang-ulang ‘lmu, menela’ah kitab dan menahan diri untuk tidur. Aku tidak tahu apa yang mendorongmu seperti itu?


إِنْ كَانَتْ (نيتك) نَيْلَ عَرَضَ الدُّنْيَا، وَجَذْبَ حُطَامِهَا وَتَحْصِيْلَ مَنَاصِبِهَا، وَالْمُبَاهَاةَ عَلَى الْأَقْرَانِ وَالْأَمْثَالِ، فَوَيْلٌ لَكَ ثُمَّ وَيْلٌ لَكَ.

Apabila niyatmu adalah untuk memperoleh harta benda dan tahta duniawi, atau untuk membanggakan diri pada sesamanya, maka celakalah kamu sungguh celakalah kamu


وَإِنْ كَانَ قَصْدُكَ فِيْهِ إِحْيَاءَ شَرِيْعَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَهْذِيْبَ أَخْلَاقِكَ، وَكَسْرَ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، فَطُوْبَى لَكَ ثُمَّ طُوْبَى لَكَ،

Tetapi apabila tujuanmu adalah untuk menghidupkan syari’at Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, untuk membersihkan budi pekertimu atau melumpuhkan hawa nafsu yang selalu mengajak pada kejelekan, maka berbahagialah kamu, sungguh berbahagialah kamu, 


وَلَقَدْ صَدَقَ مَنْ قَالَ شِعْرًا: سَهَرُ الْعُيُوْنِ لِغَيْرِ وَجْهِكَ ضَائِعُ* وَبُكَاؤُهُنَّ لِغَيْرِ فَقْدِكَ بَاطِلُ

Sungguh benar seorang penya’ir berkata; Mata terjaga bukan karena untuk mencari ridla-Mu adalah sia-sia # Mata menangis bukan karena kehilangan-Mu adalah dusta